Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Khotbah dengan Dhanañjānī
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā rājagahe viharati veḷuvane kalandakanivāpe.
Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Rājagaha, di Hutan Bambu, tempat pemberian makan tupai.
At one time the Buddha was staying near Rājagaha in the Bamboo Grove, the squirrels’ feeding ground.
Tena kho pana samayena aññatarassa bhāradvājagottassa brāhmaṇassa dhanañjānī nāma brāhmaṇī abhippasannā hoti buddhe ca dhamme ca saṅghe ca.
Pada saat itu, istri seorang brahmana dari suku Bhāradvāja, seorang wanita brahmana bernama Dhanañjānī, sangat berkeyakinan kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Now at that time the wife of a certain brahmin of the Bhāradvāja clan, a brahmin lady named Dhanañjānī, was devoted to the Buddha, the teaching, and the Saṅgha.
Atha kho dhanañjānī brāhmaṇī bhāradvājagottassa brāhmaṇassa bhattaṁ upasaṁharantī upakkhalitvā tikkhattuṁ udānaṁ udānesi:
Suatu ketika, saat ia sedang menyiapkan makanan untuk suaminya, ia tersandung dan mengucapkan ungkapan kegembiraan ini tiga kali:
Once, while she was bringing her husband his meal, she tripped and expressed this heartfelt sentiment three times:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.