… “Evameva kho, bhikkhave, appakā te sattā ye pettivisayā cutā devesu paccājāyanti; atha kho eteva bahutarā sattā ye pettivisayā cutā niraye paccājāyanti …pe…
… “Demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk yang, setelah meninggal dunia dari alam setan, terlahir kembali di antara para dewa; tetapi banyak sekali makhluk yang, setelah meninggal dunia dari alam setan, terlahir kembali di neraka …”
“… the sentient beings who die as ghosts and are reborn as gods are few, while those who die as ghosts and are reborn in hell are many.”
evameva kho, bhikkhave, appakā te sattā ye pettivisayā cutā devesu paccājāyanti; atha kho eteva bahutarā sattā ye pettivisayā cutā tiracchānayoniyā paccājāyanti …pe….
demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk yang, setelah meninggal dunia dari alam setan, terlahir kembali di antara para dewa; tetapi banyak sekali makhluk yang, setelah meninggal dunia dari alam setan, terlahir kembali di alam binatang …”
“… the sentient beings who die as ghosts and are reborn as gods are few, while those who die as ghosts and are reborn in the animal realm are many.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 56.129-130 · Sutta tentang Meninggal sebagai Setan dan Terlahir sebagai Dewa | Tiga Keranjang