sn55.35:4.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang siswa mulia memiliki moralitas yang dicintai para mulia, tidak rusak, tidak cacat, tidak bernoda, tidak ternoda, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak keliru, dan mengarah pada konsentrasi.
sn55.35:4.2 Kemudian ia merenungkan:
sn55.35:4.3 ‘Apakah gerangan jejak para dewa itu?’
sn55.35:4.4 Ia memahami demikian:
sn55.35:4.5 ‘Aku mendengar bahwa dewasa ini para dewa menganggap ketidak-menyakiti sebagai yang tertinggi.
sn55.35:4.6 Tetapi aku tidak menyakiti makhluk apa pun, baik yang gemetar maupun yang kokoh.
sn55.35:4.7 Sungguh, aku berdiam dengan memiliki jejak kaki para dewa.’
sn55.35:4.8 Ini adalah jejak kaki keempat para dewa, untuk pemurnian makhluk-makhluk yang belum murni dan pembersihan makhluk-makhluk yang belum bersih.
sn55.35:4.9 Ini, para bhikkhu, adalah empat jejak kaki para dewa, untuk pemurnian makhluk-makhluk yang belum murni dan pembersihan makhluk-makhluk yang belum bersih.”
sn55.35:4.10 Kelima.