‹
SN 55.28

Paṭhamabhayaverūpasantasutta

Khotbah tentang Ketakutan dan Permusuhan (1)

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 55.28

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn55.28:4.1

Katamo cassa ariyo ñāyo paññāya sudiṭṭho hoti suppaṭividdho?

Dan apakah sistem mulia yang telah mereka lihat dengan jelas dan tembus dengan kebijaksanaan?

And what is the noble system that they have clearly seen and penetrated with wisdom?

sn55.28:4.2

Idha, gahapati, ariyasāvako paṭiccasamuppādaññeva sādhukaṁ yoniso manasi karoti—

Di sini, perumah tangga, seorang siswa mulia dengan bijaksana memperhatikan kemunculan bergantungan itu sendiri:

A noble disciple rationally applies the mind to dependent origination itself:

sn55.28:4.3

iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati;

‘Karena ini ada, maka ini menjadi; dengan munculnya ini, maka ini muncul.

‘So, when this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises.

sn55.28:4.4

iti imasmiṁ asati idaṁ na hoti, imassa nirodhā idaṁ nirujjhati;

Karena ini tidak ada, maka ini tidak menjadi; dengan lenyapnya ini, maka ini lenyap. Yaitu:

So, when this doesn’t exist, this doesn’t come to be; due to the cessation of this, this ceases. That is:

sn55.28:4.5

yadidaṁ avijjāpaccayā saṅkhārā, saṅkhārapaccayā viññāṇaṁ …pe…

Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, muncullah bentukan-bentukan kehendak; dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, muncullah kesadaran …

Ignorance is a requirement for choices. Choices are a requirement for consciousness. Consciousness is a requirement for name and form. Name and form are requirements for the six sense fields. The six sense fields are requirements for contact. Contact is a requirement for feeling. Feeling is a requirement for craving. Craving is a requirement for grasping. Grasping is a requirement for continued existence. Continued existence is a requirement for rebirth. Rebirth is a requirement for old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress to come to be.

sn55.28:4.6

evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.

Demikianlah asal mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini.

That is how this entire mass of suffering originates.

sn55.28:4.7

Avijjāya tveva asesavirāganirodhā saṅkhāranirodho …pe…

Tetapi dengan peluruhan dan lenyapnya ketidaktahuan tanpa sisa, maka lenyap pula bentukan-bentukan kehendak; dengan lenyapnya bentukan-bentukan kehendak, lenyap pula kesadaran …

When ignorance fades away and ceases no residue left behind, choices cease. When choices cease, consciousness ceases. When consciousness ceases, name and form cease. When name and form cease, the six sense fields cease. When the six sense fields cease, contact ceases. When contact ceases, feeling ceases. When feeling ceases, craving ceases. When craving ceases, grasping ceases. When grasping ceases, continued existence ceases. When continued existence ceases, rebirth ceases. When rebirth ceases, old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress cease.

sn55.28:4.8

evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa nirodho hoti.

Demikianlah lenyapnya seluruh kumpulan penderitaan ini.’

That is how this entire mass of suffering ceases.’

sn55.28:4.9

Ayamassa ariyo ñāyo paññāya sudiṭṭho hoti suppaṭividdho.

Inilah sistem mulia yang telah mereka lihat dengan jelas dan tembus dengan kebijaksanaan.

This is the noble system that they have clearly seen and penetrated with wisdom.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.