sn55.21:1.1 Demikianlah yang kudengar:
sn55.21:1.2 Pada suatu ketika Sang Bhagavā menetap di tengah-tengah suku Sakya, di Kapilavatthu, di Hutan Pohon Beringin.
sn55.21:1.3 Kemudian Mahānāma orang Sakya mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, Mahānāma orang Sakya berkata kepada Sang Bhagavā:
sn55.21:1.4 "Yang Mulia, Kapilavatthu ini makmur dan subur, padat penduduk, penuh sesak dengan orang-orang, dengan gang-gang yang sempit.
sn55.21:1.5 Maka, Yang Mulia, setelah menghormat Sang Bhagavā atau para bhikkhu yang patut dihormati, ketika aku memasuki Kapilavatthu pada sore hari,
sn55.21:1.6 aku bertemu dengan gajah yang tersesat,
sn55.21:1.7 aku bertemu dengan kuda yang tersesat,
sn55.21:1.8 aku bertemu dengan kereta yang tersesat,
sn55.21:1.9 aku bertemu dengan pedati yang tersesat,
sn55.21:1.10 aku bertemu dengan orang yang tersesat.
sn55.21:1.11 Pada saat itu, Yang Mulia, perhatianku terhadap Sang Buddha menjadi kabur, perhatianku terhadap Dhamma menjadi kabur, perhatianku terhadap Saṅgha menjadi kabur.
sn55.21:1.12 Lalu aku berpikir:
sn55.21:1.13 'Jika pada saat ini aku meninggal dunia, ke manakah tujuanku, bagaimanakah alam tujuan berikutnya?'"