sn53.45-54:1.1 “Para bhikkhu, ada lima belenggu yang lebih tinggi.
sn53.45-54:1.2 Apakah lima itu?
sn53.45-54:1.3 Nafsu terhadap alam berwarna, nafsu terhadap alam tanpa warna, kesombongan, kegelisahan, dan ketidaktahuan—
sn53.45-54:1.4 Inilah, para bhikkhu, lima belenggu yang lebih tinggi.
sn53.45-54:1.5 Untuk pengetahuan langsung, pemahaman penuh, penghancuran, dan pelepasan kelima belenggu yang lebih tinggi ini, empat jhāna harus dikembangkan.
sn53.45-54:1.6 Apakah empat itu?
sn53.45-54:1.7 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu, dengan meninggalkan keinginan indria, meninggalkan kondisi-kondisi tidak bermanfaat, memasuki dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang lahir dari keterasingan.
sn53.45-54:1.8 Dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan, dengan ketenangan batin internal, dengan keterpusatan pikiran pada satu titik, tanpa pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang lahir dari konsentrasi, ia memasuki dan berdiam dalam jhāna kedua …
sn53.45-54:1.9 jhāna ketiga …
sn53.45-54:1.10 ia memasuki dan berdiam dalam jhāna keempat.
sn53.45-54:1.11 Untuk pengetahuan langsung, pemahaman penuh, penghancuran, dan pelepasan kelima belenggu yang lebih tinggi ini, keempat jhāna ini harus dikembangkan.”
sn53.45-54:1.12 (Harus diuraikan secara lengkap seperti dalam Khotbah yang Dikelompokkan tentang Jalan pada SN 45.171–180.)
sn53.45-54:1.13 Bab Kelima tentang Banjir.