sn52.9:2.1 “Sahabat Anuruddha, indriamu sangat jernih, dan warna kulitmu murni dan bersinar.
sn52.9:2.2 Meditasi apakah yang biasa engkau latih saat ini?”
sn52.9:2.3 “Sahabat, saat ini aku biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian.
sn52.9:2.4 Apakah empat itu?
sn52.9:2.5 Di sini, sahabat, aku berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan waspada, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia;
sn52.9:2.6 merenungkan perasaan sebagai perasaan…
sn52.9:2.7 merenungkan pikiran sebagai pikiran…
sn52.9:2.8 merenungkan fenomena sebagai fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn52.9:2.9 Sahabat, saat ini aku biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian ini.
sn52.9:2.10 Sahabat, seorang bhikkhu yang telah mencapai kesempurnaan—yang telah menghancurkan kekotoran batin, yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual, yang telah melakukan apa yang perlu dilakukan, yang telah meletakkan beban, yang telah mencapai tujuan tertinggi, yang telah memutuskan belenggu kelahiran kembali, dan yang terbebaskan dengan benar melalui kebijaksanaan—biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian ini.”