"Di sini, sahabat, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan sifat timbulnya pada tubuh secara internal, berdiam dengan merenungkan sifat lenyapnya pada tubuh secara internal, berdiam dengan merenungkan sifat timbul dan lenyapnya pada tubuh secara internal—dengan tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
“Reverend, it’s when a mendicant, with respect to the body internally, meditates observing the liability to originate, to vanish, and to originate and vanish—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.
Dengan merenungkan sifat timbulnya pada tubuh secara eksternal, berdiam dengan merenungkan sifat lenyapnya pada tubuh secara eksternal, berdiam dengan merenungkan sifat timbul dan lenyapnya pada tubuh secara eksternal—dengan tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
With respect to the body externally, they meditate observing the liability to originate, to vanish, and to originate and vanish—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.
Dengan merenungkan sifat timbulnya pada tubuh secara internal dan eksternal, berdiam dengan merenungkan sifat lenyapnya pada tubuh secara internal dan eksternal, berdiam dengan merenungkan sifat timbul dan lenyapnya pada tubuh secara internal dan eksternal—dengan tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
With respect to the body internally and externally, they meditate observing the liability to originate, to vanish, and to originate and vanish—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 52.1 · Khotbah tentang Kesunyian (1) | Tiga Keranjang