Kemudian Yang Mulia Mahāmoggallāna, mengetahui pikiran Yang Mulia Anuruddha dengan pikirannya sendiri—seperti halnya seorang yang kuat merentangkan lengannya yang tertekuk atau menekuk lengannya yang terentang—demikian pula ia muncul di hadapan Yang Mulia Anuruddha.
Then Venerable Mahāmoggallāna knew what Venerable Anuruddha was thinking. As easily as a strong person would extend or contract their arm, he reappeared in front of Anuruddha,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 52.1 · Khotbah tentang Kesunyian (1) | Tiga Keranjang