sn51.15:5.1 “Demikian pula, brahmana, seorang bhikkhu yang adalah seorang Arahant, yang noda-nodanya telah hancur, yang telah menjalani kehidupan suci, yang telah melakukan apa yang harus dilakukan, yang telah meletakkan beban, yang telah mencapai tujuannya sendiri, yang telah sepenuhnya memutus belenggu kelahiran kembali, dan yang terbebaskan dengan benar melalui pengetahuan sempurna—pada dirinya, keinginan yang sebelumnya ada untuk mencapai Kearahattaan, ketika Kearahattaan telah tercapai, keinginan yang bersangkutan itu menjadi reda;
sn51.15:5.2 semangat yang sebelumnya ada untuk mencapai Kearahattaan, ketika Kearahattaan telah tercapai, semangat yang bersangkutan itu menjadi reda;
sn51.15:5.3 pikiran yang sebelumnya ada untuk mencapai Kearahattaan, ketika Kearahattaan telah tercapai, pikiran yang bersangkutan itu menjadi reda;
sn51.15:5.4 penyelidikan yang sebelumnya ada untuk mencapai Kearahattaan, ketika Kearahattaan telah tercapai, penyelidikan yang bersangkutan itu menjadi reda.
sn51.15:5.5 Bagaimana menurutmu, brahmana,
sn51.15:5.6 dengan demikian, apakah jalan itu memiliki akhir atau tidak berakhir?”