Ye ca kho keci, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā saddhindriyaṁ pajānanti, saddhindriyasamudayaṁ pajānanti, saddhindriyanirodhaṁ pajānanti, saddhindriyanirodhagāminiṁ paṭipadaṁ pajānanti;
Akan tetapi, para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun yang memahami indria keyakinan, memahami asal mula indria keyakinan, memahami lenyapnya indria keyakinan, memahami jalan menuju lenyapnya indria keyakinan;
There are ascetics and brahmins who do understand the faculty of faith, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation.
memahami indria kebijaksanaan, memahami asal mula indria kebijaksanaan, memahami lenyapnya indria kebijaksanaan, memahami jalan menuju lenyapnya indria kebijaksanaan;
wisdom, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation.
te kho me, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā samaṇesu ceva samaṇasammatā brāhmaṇesu ca brāhmaṇasammatā, te ca panāyasmanto sāmaññatthañca brahmaññatthañca diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharantī”ti.
para petapa atau brahmana itu, para bhikkhu, Kuanggap sebagai petapa di antara para petapa dan brahmana di antara para brahmana, dan para mulia itu mencapai tujuan kehidupan pertapaan dan tujuan kehidupan kebrahmanaan, dan berdiam setelah merealisasinya dengan pengetahuan langsung mereka sendiri dalam kehidupan ini.”
I deem them as true ascetics and brahmins. Those venerables realize the goal of life as an ascetic or brahmin, and live having realized it with their own insight.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 48.7 · Khotbah tentang Petapa dan Brahmana (Ke-2) | Tiga Keranjang