sn48.40:4.1 Kemudian, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad, muncullah indria kegembiraan.
sn48.40:4.2 Ia memahami demikian:
sn48.40:4.3 ‘Indria kegembiraan telah muncul dalam diriku. Dan itu memiliki dasar, sumber, bentukan, dan kondisi.
sn48.40:4.4 Tidaklah mungkin bahwa indria kegembiraan akan muncul tanpa dasar, tanpa sumber, tanpa bentukan, atau tanpa kondisi.’
sn48.40:4.5 Ia memahami indria kegembiraan, ia memahami asal-mula indria kegembiraan, ia memahami lenyapnya indria kegembiraan, dan ia memahami di mana indria kegembiraan yang telah muncul itu berhenti tanpa sisa.
sn48.40:4.6 Dan di manakah indria kegembiraan yang telah muncul itu berhenti tanpa sisa?
sn48.40:4.7 Di sini, para bhikkhu, dengan meninggalkan kebahagiaan dan meninggalkan kesakitan, serta dengan lenyapnya kegembiraan dan kesedihan sebelumnya, seorang bhikkhu memasuki dan berdiam dalam jhāna keempat, yang tanpa kesakitan maupun kebahagiaan, dengan kemurnian perhatian yang seimbang.
sn48.40:4.8 Di situlah indria kebahagiaan yang telah muncul lenyap tanpa sisa.
sn48.40:4.9 Ia disebut, para bhikkhu, ‘seorang bhikkhu yang memahami lenyapnya indria kebahagiaan, dan yang mengarahkan pikirannya pada tujuan itu’.