sn48.40:1.1 “Para bhikkhu, ada lima indria ini.
sn48.40:1.2 Apakah lima itu?
sn48.40:1.3 Indria kesakitan, indria kesedihan, indria kesenangan, indria kegembiraan, dan indria keseimbangan.
sn48.40:1.4 Di sini, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad, muncullah indria kesakitan.
sn48.40:1.5 Ia memahami demikian:
sn48.40:1.6 ‘Indria kesakitan telah muncul padaku. Dan itu memiliki dasar, sumber, kondisi, dan sebab.
sn48.40:1.7 Tidak mungkin indria kesakitan akan muncul tanpa dasar, tanpa sumber, tanpa kondisi, atau tanpa sebab.’
sn48.40:1.8 Ia memahami indria kesakitan, asal mula indria kesakitan, lenyapnya indria kesakitan, dan di mana indria kesakitan yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa.
sn48.40:1.9 Dan di manakah indria kesakitan yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa?
sn48.40:1.10 Di sini, para bhikkhu, dengan terasing dari keinginan indria, terasing dari hal-hal yang tidak bermanfaat, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang lahir dari keterasingan.
sn48.40:1.11 Di situlah indria kesakitan yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa.
sn48.40:1.12 Ini disebut, para bhikkhu, ‘seorang bhikkhu yang mengetahui lenyapnya indria kesakitan, dan yang mengarahkan pikirannya untuk tujuan itu’.”