sn48.28:1.1 “Para bhikkhu, ada enam indria ini.
sn48.28:1.2 Apakah enam itu?
sn48.28:1.3 Indria mata, indria telinga, indria hidung, indria lidah, indria badan, dan indria pikiran.
sn48.28:1.4 Selama aku belum memahami secara langsung sebagaimana adanya kemunculan, kelenyapan, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari enam indria ini, para bhikkhu, selama itu pula aku tidak mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini beserta para dewanya, Māra, dan Brahmā, di tengah generasi ini beserta para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
sn48.28:1.5 Tetapi ketika aku telah memahami secara langsung sebagaimana adanya kemunculan, kelenyapan, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari enam indria ini, para bhikkhu, maka aku mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini beserta para dewanya, Māra, dan Brahmā, di tengah generasi ini beserta para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
sn48.28:1.6 Dan pengetahuan serta penglihatan muncul dalam diriku:
sn48.28:1.7 ‘Kebebasanku tidak tergoyahkan; ini adalah kelahiran terakhirku; kini tidak ada lagi kelahiran berikutnya.’”
sn48.28:1.8 Kedelapan.