sn47.25:3.1 Apakah empat itu?
sn47.25:3.2 Di sini, brahmana, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia;
sn47.25:3.3 merenungkan perasaan sebagai perasaan …
sn47.25:3.4 merenungkan pikiran sebagai pikiran …
sn47.25:3.5 merenungkan fenomena sebagai fenomena—tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn47.25:3.6 Karena tidak dikembangkannya dan tidak dilatihnya empat penegakan perhatian ini, brahmana, maka setelah Tathāgata parinibbāna, Dhamma sejati tidak bertahan lama.
sn47.25:3.7 Karena dikembangkannya dan dilatihnya empat penegakan perhatian ini, brahmana, maka setelah Tathāgata parinibbāna, Dhamma sejati bertahan lama."