sn47.10:8.1 Dan bagaimanakah, Ānanda, ada pengembangan tanpa arahan?
sn47.10:8.2 Tanpa mengarahkan pikiran ke luar, seorang bhikkhu memahami: ‘Pikiranku tidak terarah ke luar.’
sn47.10:8.3 Dan ia memahami: ‘Sebelum dan sesudah, pikiran tidak terikat, terbebaskan, dan tidak terarah.’
sn47.10:8.4 Dan ia juga memahami: ‘Aku berdiam dengan merenungkan aspek tubuh—tekun, sadar penuh, penuh perhatian; aku berbahagia.’
sn47.10:8.5 Tanpa mengarahkan pikiran ke luar, seorang bhikkhu memahami: ‘Pikiranku tidak terarah ke luar.’
sn47.10:8.6 Dan ia memahami: ‘Sebelum dan sesudah, pikiran tidak terikat, terbebaskan, dan tidak terarah.’
sn47.10:8.7 Dan ia juga memahami: ‘Aku berdiam dengan merenungkan aspek perasaan—tekun, sadar penuh, penuh perhatian; aku berbahagia.’
sn47.10:8.8 Tanpa mengarahkan pikiran ke luar, seorang bhikkhu memahami: ‘Pikiranku tidak terarah ke luar.’
sn47.10:8.9 Dan ia memahami: ‘Sebelum dan sesudah, pikiran tidak terikat, terbebaskan, dan tidak terarah.’
sn47.10:8.10 Dan ia juga memahami: ‘Aku berdiam dengan merenungkan aspek pikiran—tekun, sadar penuh, penuh perhatian; aku berbahagia.’
sn47.10:8.11 Dengan tidak mengarahkan pikiran ke luar, Ānanda, seorang bhikkhu memahami: ‘Pikiranku tidak terarah ke luar.’
sn47.10:8.12 Dan ia memahami: ‘Sebelum dan sesudah, pikiran tidak terikat, terbebaskan, dan tidak terarah.’
sn47.10:8.13 Dan ia juga memahami: ‘Aku berdiam dengan merenungkan aspek-aspek fenomena—tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian; aku berbahagia.’
sn47.10:8.14 Demikianlah, Ānanda, ada pengembangan yang tidak terarah.