Puna caparaṁ, brāhmaṇa, yasmiṁ samaye uddhaccakukkuccapariyuṭṭhitena cetasā viharati uddhaccakukkuccaparetena, uppannassa ca uddhaccakukkuccassa nissaraṇaṁ yathābhūtaṁ nappajānāti, attatthampi tasmiṁ samaye yathābhūtaṁ na jānāti na passati, paratthampi …pe… ubhayatthampi tasmiṁ samaye yathābhūtaṁ na jānāti na passati; dīgharattaṁ sajjhāyakatāpi mantā nappaṭibhanti, pageva asajjhāyakatā.
Selanjutnya, Brahmana, ketika batin seseorang dikuasai dan diliputi oleh kegelisahan dan penyesalan, dan ia tidak memahami secara sebagaimana adanya jalan keluar dari kegelisahan dan penyesalan yang telah muncul itu, maka pada saat itu ia tidak mengetahui dan tidak melihat apa yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, tidak juga yang bermanfaat bagi orang lain, tidak juga yang bermanfaat bagi keduanya; bahkan mantra-mantra yang telah lama dihafalkan tidak muncul dalam pikiran, apalagi yang tidak dihafalkan.
Furthermore, when your heart is overcome and mired in restlessness and remorse … Even hymns that are long-rehearsed don’t spring to mind, let alone those that are not rehearsed.