“Ko nu kho, bho gotama, hetu, ko paccayo yenekadā dīgharattaṁ sajjhāyakatāpi mantā nappaṭibhanti, pageva asajjhāyakatā?
“Apakah sebabnya, Guru Gotama, apakah alasannya, sehingga kadang-kadang bahkan mantra yang telah lama dihafalkan tidak muncul dalam pikiran, apalagi yang tidak dihafalkan?
“What is the cause, Worthy Gotama, what is the reason why sometimes even hymns that are long-rehearsed don’t spring to mind, let alone those that are not rehearsed?
Ko pana, bho gotama, hetu, ko paccayo yenekadā dīgharattaṁ asajjhāyakatāpi mantā paṭibhanti, pageva sajjhāyakatā”ti?
Dan apakah sebabnya, Guru Gotama, apakah alasannya, sehingga kadang-kadang bahkan mantra yang telah lama tidak dihafalkan muncul dalam pikiran, apalagi yang dihafalkan?”
And why is it that sometimes even hymns that are long-unrehearsed spring to mind, let alone those that are rehearsed?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.