Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan faktor pencerahan perhatian yang disertai cinta kasih …
It’s when a mendicant develops the heart’s release by love together with the awakening factors of mindfulness, investigation of principles, energy, rapture, tranquility, immersion,
So sace ākaṅkhati ‘appaṭikūle paṭikūlasaññī vihareyyan’ti, paṭikūlasaññī tattha viharati.
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan mempersepsikan yang menjijikkan dalam yang tidak menjijikkan,’ maka ia berdiam dengan mempersepsikan yang menjijikkan di sana.
If they wish: ‘May I meditate perceiving the repulsive in the unrepulsive,’ that’s what they do.
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menjijikkan dalam yang menjijikkan,’ maka ia berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menjijikkan di sana.
If they wish: ‘May I meditate perceiving the unrepulsive in the repulsive,’ that’s what they do.
Sace ākaṅkhati ‘appaṭikūle ca paṭikūle ca paṭikūlasaññī vihareyyan’ti, paṭikūlasaññī tattha viharati.
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan mempersepsikan yang menjijikkan dalam yang tidak menjijikkan dan yang menjijikkan,’ maka ia berdiam dengan mempersepsikan yang menjijikkan di sana.
If they wish: ‘May I meditate perceiving the repulsive in the unrepulsive and the repulsive,’ that’s what they do.
Sace ākaṅkhati ‘paṭikūle ca appaṭikūle ca appaṭikūlasaññī vihareyyan’ti, appaṭikūlasaññī tattha viharati.
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menjijikkan dalam yang menjijikkan dan yang tidak menjijikkan,’ maka ia berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menjijikkan di sana.
If they wish: ‘May I meditate perceiving the unrepulsive in the repulsive and the unrepulsive,’ that’s what they do.
Sace ākaṅkhati ‘appaṭikūlañca paṭikūlañca tadubhayaṁ abhinivajjetvā upekkhako vihareyyaṁ sato sampajāno’ti, upekkhako ca tattha viharati sato sampajāno, subhaṁ vā kho pana vimokkhaṁ upasampajja viharati.
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan seimbang, penuh perhatian dan kewaspadaan, menghindari baik yang tidak menyenangkan maupun yang menyenangkan,’ maka demikianlah ia berdiam, dengan seimbang, penuh perhatian dan kewaspadaan. Atau, ia masuk dan berdiam dalam pembebasan melalui keindahan.
If they wish: ‘May I meditate staying equanimous, mindful and aware, shunning both the repulsive and the unrepulsive,’ that’s what they do.
Aku katakan, para bhikkhu, bahwa puncak pembebasan pikiran melalui cinta kasih adalah keindahan, bagi seorang bhikkhu yang bijaksana di sini yang belum menembus pembebasan yang lebih tinggi.
The apex of the heart’s release by love is the beautiful, I say, for a wise mendicant here who has not penetrated to a higher freedom.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 46.54 · Sutta Penuh Cinta Kasih | Tiga Keranjang