sn46.44:1.1 Kemudian seorang bhikkhu mendatangi Sang Bhagavā … dan bertanya kepada Beliau:
sn46.44:1.2 “Yang Mulia, dikatakan ‘orang bodoh yang dungu, orang bodoh yang dungu’.
sn46.44:1.3 Yang Mulia, bagaimanakah seseorang disebut ‘orang bodoh yang dungu’?”
sn46.44:1.4 “Para bhikkhu, karena tidak mengembangkan dan tidak melatih tujuh faktor pencerahan, maka ia disebut ‘orang bodoh yang dungu’.
sn46.44:1.5 Tujuh apakah itu?
sn46.44:1.6 Faktor pencerahan perhatian … faktor pencerahan keseimbangan batin—
sn46.44:1.7 Karena tidak mengembangkan dan tidak melatih ketujuh faktor pencerahan ini, para bhikkhu, maka ia disebut ‘orang bodoh yang dungu’.”
sn46.44:1.8 Keempat.