“Para bhikkhu, dengan sering memperhatikan hal-hal yang menjadi landasan nafsu indra, nafsu indra yang belum muncul menjadi muncul, dan yang telah muncul menjadi bertambah dan berkembang.
“Mendicants, when you frequently apply the mind to things that are grounds for sensual greed, sensual desire arises, and once arisen it increases and grows.
Para bhikkhu, dengan sering memperhatikan hal-hal yang menjadi landasan kebencian, kebencian yang belum muncul menjadi muncul, dan yang telah muncul menjadi bertambah dan berkembang.
When you frequently apply the mind to things that are grounds for ill will, ill will arises, and once arisen it increases and grows.
Para bhikkhu, dengan sering memperhatikan hal-hal yang menjadi landasan kelambanan dan kantuk, kelambanan dan kantuk yang belum muncul menjadi muncul, dan yang telah muncul menjadi bertambah dan berkembang.
When you frequently apply the mind to things that are grounds for dullness and drowsiness, dullness and drowsiness arise, and once arisen they increase and grow.
Para bhikkhu, dengan sering memperhatikan hal-hal yang menjadi landasan kegelisahan dan penyesalan, kegelisahan dan penyesalan yang belum muncul menjadi muncul, dan yang telah muncul menjadi bertambah dan berkembang.
When you frequently apply the mind to things that are grounds for restlessness and remorse, restlessness and remorse arise, and once arisen they increase and grow.
Para bhikkhu, dengan sering memperhatikan hal-hal yang menjadi landasan keragu-raguan, keragu-raguan yang belum muncul menjadi muncul, dan yang telah muncul menjadi bertambah dan berkembang.
When you frequently apply the mind to things that are grounds for doubt, doubt arises, and once arisen it increases and grows.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.