sn45.30:1.1 Di Sāvatthī.
sn45.30:1.2 Kemudian Yang Mulia Uttiya mendekati Sang Bhagavā … dan sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Uttiya berkata kepada Sang Bhagavā:
sn45.30:1.3 “Baru saja, Bhante, ketika aku sedang dalam retret pribadi, muncul dalam pikiranku pemikiran ini:
sn45.30:1.4 ‘Sang Bhagavā telah membabarkan lima jenis kenikmatan indria.
sn45.30:1.5 Apakah lima jenis kenikmatan indria yang telah dibabarkan oleh Sang Bhagavā itu?’”
sn45.30:1.6 “Bagus, bagus, Uttiya!
sn45.30:1.7 Aku telah membabarkan lima jenis kenikmatan indria ini, Uttiya.
sn45.30:1.8 Apakah lima itu?
sn45.30:1.9 Bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata, yang diinginkan, disukai, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.
sn45.30:1.10 Suara-suara yang dikenali oleh telinga …
sn45.30:1.11 Bau-bauan yang dikenali oleh hidung …
sn45.30:1.12 Rasa-rasa yang dikenali oleh lidah …
sn45.30:1.13 Sentuhan-sentuhan yang dikenali oleh tubuh, yang diinginkan, disukai, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda—
sn45.30:1.14 Inilah, Uttiya, lima jenis kenikmatan indria yang telah kubabarkan.
sn45.30:1.15 Untuk meninggalkan kelima jenis kenikmatan indria ini, Uttiya, Jalan Mulia Berunsur Delapan harus dikembangkan.
sn45.30:1.16 Apakah Jalan Mulia Berunsur Delapan itu?
sn45.30:1.17 Yaitu: pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
sn45.30:1.18 Oleh karena itu, Uttiya, untuk meninggalkan kelima jenis kenikmatan indria ini, Jalan Mulia Berunsur Delapan ini harus dikembangkan.”
sn45.30:1.19 Yang kesepuluh.
sn45.30:1.20 Bab ketiga tentang kesalahan.