sn45.2:3.1 Dan bagaimanakah, Ānanda, seorang bhikkhu yang memiliki teman yang baik, sahabat yang baik, dan rekan yang baik mengembangkan dan melatih Jalan Mulia Berunsur Delapan?
sn45.2:3.2 Di sini, Ānanda, seorang bhikkhu mengembangkan pandangan benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.3 ia mengembangkan kehendak benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.4 ia mengembangkan ucapan benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.5 ia mengembangkan perbuatan benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.6 ia mengembangkan penghidupan benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.7 ia mengembangkan usaha benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.8 ia mengembangkan perhatian benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan;
sn45.2:3.9 ia mengembangkan konsentrasi benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan.
sn45.2:3.10 Demikianlah, Ānanda, seorang bhikkhu yang memiliki teman yang baik, sahabat yang baik, dan rekan yang baik mengembangkan dan melatih Jalan Mulia Berunsur Delapan.