sn44.7:7.1 “Para pengembara dari aliran lain, Vaccha, memandang mata sebagai ‘ini milikku, inilah aku, inilah diriku’ …
sn44.7:7.2 memandang lidah sebagai ‘ini milikku, inilah aku, inilah diriku’ …
sn44.7:7.3 memandang pikiran sebagai ‘ini milikku, inilah aku, inilah diriku’.
sn44.7:7.4 Oleh karena itu, ketika para pengembara dari aliran lain ditanya demikian, mereka menjawab demikian:
sn44.7:7.5 ‘Dunia ini kekal’—atau …
sn44.7:7.6 ‘Sang Tathāgata tidak ada juga tidak tidak ada setelah kematian’—demikian.
sn44.7:7.7 Akan tetapi, Vaccha, Sang Tathāgata, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, memandang mata sebagai ‘ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku’ …
sn44.7:7.8 memandang lidah sebagai ‘ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku’ …
sn44.7:7.9 memandang pikiran sebagai ‘ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku’.
sn44.7:7.10 Oleh karena itu, ketika Sang Tathāgata ditanya demikian, Beliau tidak menjawab demikian:
sn44.7:7.11 ‘Dunia ini kekal’—atau ‘dunia ini tidak kekal’—atau ‘dunia ini terbatas’—atau ‘dunia ini tidak terbatas’—atau ‘jiwa dan badan adalah sama’—atau ‘jiwa adalah satu hal, badan adalah hal lain’—atau ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’—atau ‘Sang Tathāgata tidak ada setelah kematian’—atau ‘Sang Tathāgata ada dan tidak ada setelah kematian’—atau ‘Sang Tathāgata tidak ada juga tidak tidak ada setelah kematian’.”