sn44.6:5.1 “Tetapi, sahabat, adakah cara lain yang dapat menjelaskan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā?”
sn44.6:5.2 “Ada, sahabat.
sn44.6:5.3 Karena, sahabat, bagi seseorang yang bergembira pada kemelekatan, menyukai kemelekatan, menikmati kemelekatan, yang tidak mengetahui dan tidak melihat lenyapnya kemelekatan sebagaimana adanya, maka timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:5.4 … juga timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.
sn44.6:5.5 Tetapi, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada kemelekatan, tidak menyukai kemelekatan, tidak menikmati kemelekatan, yang mengetahui dan melihat lenyapnya kemelekatan sebagaimana adanya, maka tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:5.6 ‘sang Tathāgata tidak ada lagi maupun tidak tidak ada lagi setelah kematian’—itu juga tidak terjadi padanya.
sn44.6:5.7 Ini juga, sahabat, adalah cara yang menjelaskan mengapa hal ini tidak dinyatakan oleh Bhagavā.”