sn44.6:1.1 Pada suatu ketika, Yang Mulia Sāriputta dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita berdiam di Bārāṇasī, di Taman Rusa, Isipatana.
sn44.6:1.2 Kemudian pada suatu sore, Yang Mulia Sāriputta keluar dari keterasingannya, mendatangi Yang Mulia Mahākoṭṭhita, dan mereka saling bertukar sapa.
sn44.6:1.3 Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Mahākoṭṭhita:
sn44.6:1.4 “Sahabat Koṭṭhita, apakah seorang Tathāgata ada setelah kematian?” …
sn44.6:1.5 “Sahabat, ketika ditanya, ‘Apakah seorang Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian?’
sn44.6:1.6 engkau berkata, ‘Hal ini juga, sahabat, tidak dinyatakan oleh Bhagavā—
sn44.6:1.7 seorang Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian.’”
sn44.6:1.8 Apakah sebabnya, apakah alasannya, sehingga hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā?”