‹
SN 44.4

Dutiyasāriputtakoṭṭhikasutta

Dengan Sāriputta dan Koṭṭhita (Ke-2)

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 44.4

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn44.4:2.1

Rūpañca kho, āvuso, jānato passato yathābhūtaṁ, rūpasamudayaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, rūpanirodhaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, rūpanirodhagāminiṁ paṭipadaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, ‘hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti …pe…

Tetapi, teman, dengan mengetahui, melihat bentuk sebagaimana adanya, mengetahui, melihat asal mula bentuk sebagaimana adanya, mengetahui, melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, mengetahui, melihat jalan menuju lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka seseorang tidak berpikir ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …

Truly knowing and seeing form …

sn44.4:2.2

‘neva hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti.

… tidak berpikir ‘Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian.’

sn44.4:2.3

Vedanaṁ …pe…

Dengan mengetahui, melihat perasaan …

feeling …

sn44.4:2.4

saññaṁ …pe…

persepsi …

perception …

sn44.4:2.5

saṅkhāre …pe…

bentuk-bentuk kehendak …

choices …

sn44.4:2.6

viññāṇaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, viññāṇasamudayaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, viññāṇanirodhaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, viññāṇanirodhagāminiṁ paṭipadaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, ‘hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti;

kesadaran, asal mula kesadaran, lenyapnya kesadaran, dan jalan menuju lenyapnya kesadaran, sebagaimana adanya—seseorang tidak berpikir ‘Yang Tathāgata masih ada setelah kematian’ atau

consciousness, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation, one doesn’t think ‘a realized one still exists after death’ or

sn44.4:2.7

‘na hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti;

‘Yang Tathāgata tidak lagi ada setelah kematian’ atau

‘a realized one no longer exists after death’ or

sn44.4:2.8

‘hoti ca na ca hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti;

‘Yang Tathāgata baik masih ada maupun tidak lagi ada setelah kematian’ atau

‘a realized one both still exists and no longer exists after death’ or

sn44.4:2.9

‘neva hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti.

‘Yang Tathāgata tidak masih ada maupun tidak tidak lagi ada setelah kematian.’

‘a realized one neither still exists nor no longer exists after death.’

sn44.4:2.10

Ayaṁ kho, āvuso, hetu ayaṁ paccayo, yenetaṁ abyākataṁ bhagavatā”ti.

Inilah, sahabat, sebab dan alasan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā.”

This is the cause, this is the reason why this has not been declared by the Buddha.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.