“Karena tidak mengetahui, tidak melihat bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat asal mula bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat jalan menuju lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka seseorang berpikir ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
“Reverend, not truly knowing and seeing form, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation, one thinks ‘a realized one still exists after death’ or
tidak mengetahui, tidak melihat kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat asal mula kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat jalan menuju lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, maka seseorang berpikir ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
consciousness, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation, one thinks ‘a realized one still exists after death’ or
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 44.4 · Dengan Sāriputta dan Koṭṭhita (Ke-2) | Tiga Keranjang