sn41.4:4.1 “Sungguh baik, Āvuso Mahaka, jika angin sejuk bertiup, awan menaungi, dan hujan gerimis turun setetes demi setetes.”
sn41.4:4.2 Kemudian Yang Mulia Mahaka mengerahkan kekuatan batin sedemikian rupa sehingga angin sejuk bertiup, awan menaungi, dan hujan gerimis turun setetes demi setetes.
sn41.4:4.3 Kemudian perumah tangga Citta berpikir:
sn41.4:4.4 “Bahkan bhikkhu yang paling junior dalam Saṅgha ini memiliki kekuatan batin yang demikian!”
sn41.4:4.5 Ketika mereka tiba di vihara, Yang Mulia Mahaka berkata kepada sesepuh yang mulia:
sn41.4:4.6 “Cukupkah demikian, Bhante Yang Mulia?”
sn41.4:4.7 “Cukup demikian, Sahabat Mahaka.
sn41.4:4.8 Engkau telah melakukan apa yang perlu dilakukan, Sahabat Mahaka.
sn41.4:4.9 Engkau telah memberikan penghormatan yang cukup, Sahabat Mahaka.”
sn41.4:4.10 Kemudian para bhikkhu senior memasuki tempat kediaman masing-masing,
sn41.4:4.11 dan Yang Mulia Mahaka pun memasuki viharanya sendiri.