Kathañca, bhikkhave, aparihānadhammo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang yang tidak rentan terhadap kemunduran?
And how is someone not liable to decline?
Sutta tentang Yang Rentan Terhadap Kemunduran
Kathañca, bhikkhave, aparihānadhammo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang yang tidak rentan terhadap kemunduran?
And how is someone not liable to decline?
Idha, bhikkhave, bhikkhuno cakkhunā rūpaṁ disvā uppajjanti pāpakā akusalā sarasaṅkappā saṁyojaniyā.
Di sini, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu melihat bentuk dengan mata, muncul padanya pikiran-pikiran jahat yang tidak bermanfaat, yaitu ingatan dan kehendak yang mengikat.
When a mendicant sees a sight with their eyes, bad, unskillful phenomena arise: memories and thoughts that tighten the fetters.
Tañce bhikkhu nādhivāseti pajahati vinodeti byantīkaroti anabhāvaṁ gameti, veditabbametaṁ, bhikkhave, bhikkhunā:
Jika bhikkhu itu tidak menahannya, melainkan melepaskannya, melenyapkannya, menghancurkannya, dan menjadikannya tidak ada, maka hendaknya ia mengetahui, para bhikkhu:
Suppose that mendicant doesn’t tolerate them but gives them up, dispels them, eliminates them, and obliterates them. They should understand:
‘na parihāyāmi kusalehi dhammehi’.
‘Aku tidak mundur dari kualitas-kualitas bermanfaat.’
‘My skillful qualities are not declining.
Aparihānañhetaṁ vuttaṁ bhagavatāti …pe….
Karena inilah yang dikatakan oleh Bhagavā sebagai ketidak-munduran.’
For this is what the Buddha calls non-decline.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.