sn35.75:17.1 “Melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jijik terhadap mata …
sn35.75:17.2 pikiran …
sn35.75:17.3 kesadaran pikiran …
sn35.75:17.4 kontak pikiran …
sn35.75:17.5 Terhadap perasaan yang muncul dengan kontak pikiran sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan menyakitkan maupun menyenangkan—ia juga menjadi jijik.
sn35.75:17.6 Dengan menjadi jijik, nafsu memudar. Dengan memudarnya nafsu, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan: ‘Terbebaskan.’
sn35.75:17.7 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”