sn35.243:6.1 Dan bagaimanakah, para sahabat, seseorang tidak membusuk?
sn35.243:6.2 Di sini, para sahabat, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, terhadap bentuk yang menyenangkan ia tidak melekat, terhadap bentuk yang tidak menyenangkan ia tidak membenci. Ia berdiam dengan penuh perhatian pada tubuh dan dengan pikiran yang tak terbatas.
sn35.243:6.3 Dan ia memahami sebagaimana adanya kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan itu, di mana kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa …
sn35.243:6.4 Setelah mengecap rasa dengan lidah …
sn35.243:6.5 setelah mengetahui pikiran dengan batin, terhadap pikiran yang menyenangkan ia tidak melekat, terhadap pikiran yang tidak menyenangkan ia tidak membenci. Ia berdiam dengan penuh perhatian pada tubuh dan dengan pikiran yang tak terbatas.
sn35.243:6.6 Dan ia memahami sebagaimana adanya kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan itu, di mana kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa.
sn35.243:6.7 Ini, para sahabat, disebut bhikkhu yang tidak membusuk terhadap bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata …
sn35.243:6.8 tidak membusuk terhadap pikiran-pikiran yang dikenali oleh batin.
sn35.243:6.9 Dan ketika seorang bhikkhu berdiam demikian, para sahabat, bahkan jika Māra mendatanginya melalui mata, Māra tidak menemukan celah, tidak mendapatkan peluang …
sn35.243:6.10 Bahkan jika Māra mendatanginya melalui lidah …
sn35.243:6.11 bahkan jika Māra mendatanginya melalui batin, Māra tidak menemukan celah, tidak mendapatkan peluang.