Katamo ca, bhikkhu, amanussaggāho?
Dan apakah, bhikkhu, yang disebut ‘terbawa oleh makhluk bukan manusia’?
And what’s getting taken by non-humans?
Khotbah tentang Perumpamaan Batang Kayu (1)
Katamo ca, bhikkhu, amanussaggāho?
Dan apakah, bhikkhu, yang disebut ‘terbawa oleh makhluk bukan manusia’?
And what’s getting taken by non-humans?
Idha, bhikkhu, ekacco aññataraṁ devanikāyaṁ paṇidhāya brahmacariyaṁ carati: ‘imināhaṁ sīlena vā vatena vā tapena vā brahmacariyena vā devo vā bhavissāmi devaññataro vā’ti.
Di sini, bhikkhu, seseorang menjalani kehidupan suci dengan beraspirasi untuk terlahir di salah satu golongan para dewa: ‘Dengan moralitas ini, atau dengan praktik ini, atau dengan pertapaan ini, atau dengan kehidupan suci ini, aku akan menjadi dewa atau salah satu di antara para dewa.’
It’s when someone leads the spiritual life wishing to be reborn in one of the orders of gods: ‘By this precept or observance or fervent austerity or spiritual practice, may I become one of the gods!’
Ayaṁ vuccati, bhikkhu, amanussaggāho.
Ini, bhikkhu, disebut ‘terbawa oleh makhluk bukan manusia’.
That’s called getting taken by non-humans.
‘Āvaṭṭaggāho’ti kho, bhikkhu, pañcannetaṁ kāmaguṇānaṁ adhivacanaṁ.
‘Terjebak dalam pusaran’ adalah sebutan untuk lima jenis kenikmatan indra.
‘Caught up in a whirlpool’ is a term for the five kinds of sensual stimulation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.