sn35.235:13.1 Dengan melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jijik terhadap mata, bentuk-bentuk, kesadaran mata, dan kontak mata. Dan ia menjadi jijik terhadap perasaan menyakitkan, menyenangkan, atau netral yang muncul bergantung pada kontak mata.
sn35.235:13.2 Ia menjadi jijik terhadap telinga … hidung … lidah … tubuh … pikiran … perasaan menyakitkan, menyenangkan, atau netral yang muncul bergantung pada kontak pikiran.
sn35.235:13.3 Dengan menjadi jijik, nafsu menjadi padam. Dengan padamnya nafsu, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan bahwa ia telah terbebaskan.
sn35.235:13.4 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
sn35.235:13.5 Ini, para bhikkhu, adalah khotbah tentang pembakaran, khotbah Dhamma.”
sn35.235:13.6 Yang kedelapan.