sn35.228:2.1 Siapa yang dapat mengatasi arus yang terdiri dari bentuk-bentuk itu, ia disebut, para bhikkhu, telah menyeberangi lautan mata, dengan ombaknya, pusarannya, buayanya, dan makhluk-makhluk jahatnya;
sn35.228:2.2 telah menyeberang, telah sampai ke pantai seberang, sang brahmana berdiri di tanah yang kokoh …
sn35.228:2.3 Lidah, para bhikkhu, adalah laut bagi seseorang;
sn35.228:2.4 arusnya terdiri dari rasa-rasa.
sn35.228:2.5 Siapa yang dapat mengatasi arus yang terdiri dari rasa-rasa itu, ia disebut, para bhikkhu, telah menyeberangi lautan lidah, dengan ombaknya, pusarannya, buayanya, dan makhluk-makhluk jahatnya;
sn35.228:2.6 telah menyeberang, telah sampai ke pantai seberang, sang brahmana berdiri di tanah yang kokoh …
sn35.228:2.7 Pikiran, para bhikkhu, adalah laut bagi seseorang;
sn35.228:2.8 arusnya terdiri dari fenomena-fenomena.
sn35.228:2.9 Siapa yang dapat mengatasi arus yang terdiri dari fenomena-fenomena itu, ia disebut, para bhikkhu, telah menyeberangi lautan pikiran, dengan ombaknya, pusarannya, buayanya, dan makhluk-makhluk jahatnya;
sn35.228:2.10 telah menyeberang, telah sampai ke pantai seberang, sang brahmana berdiri di tanah yang kokoh.”
sn35.228:2.11 Demikianlah Sang Buddha berkata …
sn35.228:2.12 Kemudian Sang Guru, Sang Bhagavā, melanjutkan: