sn35.210-212:1.1 “Para bhikkhu, mata, telinga, hidung, lidah, badan, dan pikiran adalah bukan diri, baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang.
sn35.210-212:1.2 Dan apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar demikian: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’ …”
sn35.210-212:1.3 lidah adalah bukan diri …
sn35.210-212:1.4 pikiran adalah bukan diri, baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang.
sn35.210-212:1.5 Dan apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar demikian: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn35.210-212:1.6 Dengan melihat demikian …
sn35.210-212:1.7 ia memahami: ‘tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi ini.’”