sn35.1:2.1 "Para bhikkhu, mata adalah tidak kekal.
sn35.1:2.2 Apa yang tidak kekal adalah penderitaan.
sn35.1:2.3 Apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri.
sn35.1:2.4 Apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, demikian: 'Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.'
sn35.1:2.5 Telinga adalah tidak kekal.
sn35.1:2.6 Apa yang tidak kekal adalah penderitaan; apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri; apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, demikian: 'Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.'
sn35.1:2.7 Hidung adalah tidak kekal.
sn35.1:2.8 Apa yang tidak kekal adalah penderitaan; apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri; apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, demikian: 'Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.'
sn35.1:2.9 Lidah adalah tidak kekal.
sn35.1:2.10 Apa yang tidak kekal adalah penderitaan;
sn35.1:2.11 apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri; apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, demikian: 'Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.'
sn35.1:2.12 Apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn35.1:2.13 Tubuh adalah tidak kekal. …
sn35.1:2.14 Apa yang tidak kekal …
sn35.1:2.15 Pikiran adalah tidak kekal.
sn35.1:2.16 Apa yang tidak kekal adalah penderitaan;
sn35.1:2.17 apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri.
sn35.1:2.18 Apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn35.1:2.19 Dengan melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jijik terhadap mata, jijik terhadap telinga, jijik terhadap hidung, jijik terhadap lidah, jijik terhadap tubuh, jijik terhadap pikiran.
sn35.1:2.20 Dengan merasa jijik, ia menjadi bosan; karena bosan, ia terbebaskan; ketika terbebaskan, muncul pengetahuan: ‘Terbebaskan.’
sn35.1:2.21 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
sn35.1:2.22 Yang pertama.