Selama, para bhikkhu, makhluk-makhluk belum memahami sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari enam landasan indra eksternal ini, maka selama itu pula, para bhikkhu, makhluk-makhluk belum terbebas, belum terlepas, belum terbebaskan dari dunia dengan para dewanya, dengan Māra, dengan Brahmā, dari generasi ini dengan para petapa dan brahmana, dengan para dewa dan manusia, dan belum berdiam dengan pikiran yang melampaui batas-batas.
Akan tetapi, para bhikkhu, ketika makhluk-makhluk telah memahami sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari enam landasan indera eksternal ini, maka, para bhikkhu, makhluk-makhluk itu, bersama dengan dunia para dewa, Māra, dan Brahmā, bersama dengan generasi para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia, hidup dengan terbebas, terlepas, terlepaskan, dengan pikiran yang melampaui batas-batas."
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.18 · Jika Tidak Ada Kepuasan (Luar) | Tiga Keranjang