sn35.163:1.1 Kemudian Yang Mulia Mahākoṭṭhika … mendekati Bhagavā dan berkata:
sn35.163:1.2 “Baiklah, Bhante … semoga Bhagavā mengajarkan Dhamma secara singkat kepadaku. Setelah mendengarnya, aku akan berdiam sendirian, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad.”
sn35.163:1.3 “Koṭṭhika, apa pun yang merupakan penderitaan, keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.4 Dan apakah, Koṭṭhika, yang merupakan penderitaan?
sn35.163:1.5 Mata, Koṭṭhika, adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.6 Bentuk-bentuk adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.7 Kesadaran mata adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.8 Kontak mata adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.9 Perasaan apa pun yang muncul dengan kontak mata sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan menyenangkan maupun menyakitkan—itu juga adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.10 Telinga … hidung … lidah … badan ….
sn35.163:1.11 Pikiran adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.12 Objek-objek pikiran adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.13 Kesadaran pikiran adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.14 Kontak pikiran adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.15 Perasaan apa pun yang muncul dengan kontak pikiran sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan menyenangkan maupun menyakitkan—itu juga adalah penderitaan; keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.
sn35.163:1.16 Koṭṭhika, apa pun yang merupakan penderitaan, keinginan terhadapnya haruslah engkau tinggalkan.”
sn35.163:1.17 Kedelapan.