sn35.158:1.1 “Para bhikkhu, perhatikanlah mata secara bijaksana, dan lihatlah dengan benar ketidak-kekalan mata.
sn35.158:1.2 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan mata, ia menjadi jijik terhadap mata.
sn35.158:1.3 Dengan berakhirnya kesenangan, berakhirlah nafsu;
sn35.158:1.4 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kesenangan.
sn35.158:1.5 Dengan berakhirnya kesenangan dan nafsu, pikiran dikatakan terbebas dengan sempurna.
sn35.158:1.6 Para bhikkhu, perhatikanlah telinga secara bijaksana …
sn35.158:1.7 hidung …
sn35.158:1.8 Para bhikkhu, perhatikanlah lidah secara bijaksana, dan lihatlah dengan benar ketidak-kekalan lidah.
sn35.158:1.9 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan lidah, ia menjadi jijik terhadap lidah.
sn35.158:1.10 Dengan berakhirnya kesenangan, berakhirlah nafsu;
sn35.158:1.11 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kesenangan.
sn35.158:1.12 Dengan berakhirnya kesenangan dan nafsu, pikiran dikatakan terbebas dengan sempurna.
sn35.158:1.13 Tubuh …
sn35.158:1.14 Para bhikkhu, perhatikanlah pikiran secara bijaksana, dan lihatlah dengan benar ketidak-kekalan pikiran.
sn35.158:1.15 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan pikiran, ia menjadi jijik terhadap pikiran.
sn35.158:1.16 Dengan berakhirnya kesenangan, berakhirlah nafsu;
sn35.158:1.17 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kesenangan.
sn35.158:1.18 Ketika kegemaran dan nafsu berakhir, pikiran dikatakan telah terbebas dengan sempurna.”
sn35.158:1.19 Ketiga.