sn35.157:1.1 “Para bhikkhu, pada bentuk yang sesungguhnya tidak kekal, seorang bhikkhu melihat bahwa bentuk-bentuk itu tidak kekal: itulah pandangan benarnya.
sn35.157:1.2 Dengan melihat benar, ia menjadi jemu.
sn35.157:1.3 Dengan berakhirnya kemelekatan, berakhirlah nafsu;
sn35.157:1.4 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kemelekatan.
sn35.157:1.5 Dengan berakhirnya kemelekatan dan nafsu, batin dikatakan terbebas sempurna.
sn35.157:1.6 Para bhikkhu, pada suara yang sesungguhnya tidak kekal …
sn35.157:1.7 pada bau-bauan …
sn35.157:1.8 pada rasa kecapan …
sn35.157:1.9 pada sentuhan …
sn35.157:1.10 pada ide-ide yang sesungguhnya tidak kekal, seorang bhikkhu melihat bahwa ide-ide itu tidak kekal: itulah pandangan benarnya.
sn35.157:1.11 Dengan melihat benar, ia menjadi jemu.
sn35.157:1.12 Dengan berakhirnya kemelekatan, berakhirlah nafsu;
sn35.157:1.13 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kemelekatan.
sn35.157:1.14 Dengan berakhirnya kemelekatan dan nafsu, batin dikatakan terbebas sempurna.”
sn35.157:1.15 Dutiyaṁ.