sn35.150:15.1 “Dengan melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu terhadap mata, jemu terhadap bentuk-bentuk, jemu terhadap kesadaran mata, jemu terhadap kontak mata …
sn35.150:15.2 … dan mereka menjadi jemu terhadap perasaan yang muncul akibat kontak pikiran, baik yang menyenangkan, menyakitkan, maupun yang netral. Mereka menjadi jemu terhadap telinga … hidung … lidah … tubuh … pikiran … perasaan menyakitkan, menyenangkan, atau netral yang muncul akibat kontak pikiran.
sn35.150:15.3 Dengan kejemuan, nafsu menjadi padam. Dengan padamnya nafsu, mereka terbebaskan. …
sn35.150:15.4 Mereka memahami: ‘… tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi ini.’
sn35.150:15.5 Inilah, para bhikkhu, jalan yang mengarah pada Nibbāna.”
sn35.150:15.6 Yang kelima.