sn35.127:4.1 “Telah dikatakan, Baginda Raja, oleh Bhagavā yang mengetahui dan melihat, Yang Maha Suci, Yang Tercerahkan Sempurna:
sn35.127:4.2 ‘Marilah, para bhikkhu, berdiamlah dengan pintu-pintu indria yang terjaga.
sn35.127:4.3 Saat melihat bentuk dengan mata, janganlah melekat pada penampilan atau detail-detailnya.
sn35.127:4.4 Jika indria mata tidak terkendali, maka nafsu keinginan dan ketidakpuasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda. Oleh karena itu, berlatihlah untuk mengendalikannya, lindungilah indria mata, dan capailah pengendalian atas indria mata.
sn35.127:4.5 Saat mendengar suara dengan telinga … [dan seterusnya] …
sn35.127:4.6 Saat mencium bau dengan hidung …
sn35.127:4.7 Saat mengecap rasa dengan lidah …
sn35.127:4.8 Saat merasakan sentuhan dengan tubuh …
sn35.127:4.9 Saat mengetahui fenomena pikiran dengan pikiran, janganlah melekat pada penampilan atau detail-detailnya.
sn35.127:4.10 Jika indria pikiran tidak terkendali, maka nafsu keinginan dan ketidakpuasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda. Oleh karena itu, berlatihlah untuk mengendalikannya, lindungilah indria pikiran, dan capailah pengendalian atas indria pikiran.’
sn35.127:4.11 Inilah juga sebabnya, Baginda Raja, inilah kondisinya mengapa para bhikkhu muda ini, berambut hitam, memiliki masa muda yang baik, berada di tahap pertama kehidupan, yang belum bermain-main dalam kenikmatan indria, menjalani kehidupan suci yang lengkap dan murni hingga akhir hayat, dan mempertahankannya untuk waktu yang lama.”