sn35.127:1.1 Pada suatu ketika, Yang Mulia Piṇḍolabhāradvāja sedang menetap di Kosambī, di Taman Ghosita.
sn35.127:1.2 Kemudian Raja Udena mendatangi Yang Mulia Piṇḍolabhāradvāja; setelah mendekat, ia saling bertukar sapa dengan Yang Mulia Piṇḍolabhāradvāja.
sn35.127:1.3 Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Raja Udena berkata kepada Yang Mulia Piṇḍolabhāradvāja:
sn35.127:1.4 “Tuan Bhāradvāja, apakah sebabnya, apakah alasannya, sehingga para bhikkhu muda ini, yang masih remaja, berambut hitam legam, memiliki masa muda yang baik, berada di usia pertama kehidupan, yang belum pernah bermain-main dengan kenikmatan indria, menjalani kehidupan suci yang lengkap dan murni seumur hidup mereka, dan bertahan lama dalam praktik itu?”
sn35.127:1.5 “Ini telah dinyatakan, Baginda Raja, oleh Bhagavā yang mengetahui dan melihat, Yang Mahasuci, Yang Tercerahkan Sempurna:
sn35.127:1.6 ‘Marilah, para bhikkhu, pandanglah perempuan yang seusia ibumu sebagai ibumu. Pandanglah perempuan yang seusia saudarimu sebagai saudarimu. Dan pandanglah perempuan yang seusia putrimu sebagai putrimu.’
sn35.127:1.7 Inilah sebabnya, Baginda Raja, inilah alasannya, mengapa para bhikkhu muda ini, yang masih remaja, berambut hitam legam, memiliki masa muda yang baik, berada di usia pertama kehidupan, yang belum pernah bermain-main dengan kenikmatan indria, menjalani kehidupan suci yang lengkap dan murni seumur hidup mereka, dan bertahan lama dalam praktik itu.”