sn31.3:1.1 Di Sāvatthī.
sn31.3:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Bhagavā:
sn31.3:1.3 "Apakah, Bhante, sebab dan alasan mengapa seseorang, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum?"
sn31.3:1.4 "Di sini, bhikkhu, seseorang berperilaku baik melalui jasmani, melalui ucapan, dan melalui pikiran.
sn31.3:1.5 Dan ia telah mendengar:
sn31.3:1.6 'Para dewa yang berdiam di akar-akar harum berumur panjang, rupawan, dan sangat bahagia.'
sn31.3:1.7 Ia berpikir:
sn31.3:1.8 'Oh, sekiranya setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, aku terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum!'
sn31.3:1.9 Ia memberi hadiah berupa akar-akar harum.
sn31.3:1.10 Setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum.
sn31.3:1.11 Ini, bhikkhu, adalah sebab, ini adalah alasan mengapa seseorang, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum."
sn31.3:1.12 dengan cara ini, seseorang setelah hancurnya tubuh, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar wangi.”
sn31.3:1.13 Ketiga.