sn31.13-22:1.1 Di Sāvatthī.
sn31.13-22:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn31.13-22:1.3 “Bhante, apakah sebab, apakah alasan, sehingga seseorang di sini, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah para deva yang berdiam di akar wangi?”
sn31.13-22:1.4 “Di sini, bhikkhu, seseorang berperilaku baik melalui jasmani, berperilaku baik melalui ucapan, berperilaku baik melalui pikiran.
sn31.13-22:1.5 Dan ia telah mendengar:
sn31.13-22:1.6 ‘Para deva yang berdiam di akar wangi berumur panjang, rupawan, dan sangat bahagia.’
sn31.13-22:1.7 Ia berpikir:
sn31.13-22:1.8 ‘Oh, kiranya setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, aku terlahir kembali di tengah-tengah para deva yang berdiam di akar wangi!’
sn31.13-22:1.9 Ia memberi makanan …
sn31.13-22:1.10 Ia memberi minuman …
sn31.13-22:1.11 Ia memberi pakaian …
sn31.13-22:1.12 Ia memberi kendaraan …
sn31.13-22:1.13 Ia memberi karangan bunga …
sn31.13-22:1.14 Ia memberi wewangian …
sn31.13-22:1.15 Ia memberi salep …
sn31.13-22:1.16 Ia memberi tempat tidur …
sn31.13-22:1.17 Ia memberi tempat tinggal …
sn31.13-22:1.18 memberikan pelita.
sn31.13-22:1.19 Setelah kematian, saat hancurnya jasmani, ia terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum.
sn31.13-22:1.20 Ini, bhikkhu, adalah sebab, ini adalah alasan, yang menyebabkan seseorang, setelah kematian, saat hancurnya jasmani, terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam di akar-akar harum.”
sn31.13-22:1.21 Yang kedua puluh dua.