sn28.3:2.1 “Sahabat, dengan meluruhnya sukacita, aku berdiam dengan keseimbangan, penuh perhatian dan waspada, dan merasakan kebahagiaan dalam tubuh; itulah yang oleh para mulia disebut ‘seimbang, penuh perhatian, berdiam dalam kebahagiaan’—aku masuk dan berdiam dalam jhāna ketiga.
sn28.3:2.2 Tetapi tidak terpikir olehku:
sn28.3:2.3 ‘Aku sedang masuk jhāna ketiga’ atau ‘Aku telah masuk jhāna ketiga’ atau ‘Aku sedang keluar dari jhāna ketiga’.”
sn28.3:2.4 “Itu pasti karena Yang Mulia Sāriputta telah lama sepenuhnya menghapus pembentukan-aku, pembentukan-milikku, dan kecenderungan tersembunyi terhadap keangkuhan.
sn28.3:2.5 Itulah sebabnya tidak terpikir olehmu:
sn28.3:2.6 ‘Aku sedang masuk jhāna ketiga’ atau ‘Aku telah masuk jhāna ketiga’ atau ‘Aku sedang keluar dari jhāna ketiga’.”
sn28.3:2.7 Ketiga.