sn22.96:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.96:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn22.96:1.3 "Yang Mulia, adakah bentuk apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya?
sn22.96:1.4 Yang Mulia, adakah perasaan apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya?
sn22.96:1.5 Yang Mulia, adakah persepsi apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya?
sn22.96:1.6 Yang Mulia, adakah bentukan-bentukan pikiran apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya?
sn22.96:1.7 Yang Mulia, adakah kesadaran apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya?"
sn22.96:1.8 "Bhikkhu, tidak ada bentuk apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya.
sn22.96:1.9 Tidak ada perasaan apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya.
sn22.96:1.10 Tidak ada persepsi apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya.
sn22.96:1.11 Tidak ada bentukan-bentukan pikiran apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya.
sn22.96:1.12 Tidak ada kesadaran apa pun yang kekal, abadi, langgeng, tidak berubah, dan akan bertahan selama-lamanya."