sn22.95:6.1 Misalkan, para bhikkhu, seorang pesulap atau murid pesulap memperagakan ilusi di persimpangan jalan. Seorang yang berpenglihatan jernih akan melihatnya, merenungkannya, dan memeriksanya secara bijaksana. Baginya, ketika melihat, merenungkan, dan memeriksanya secara bijaksana, ilusi itu tampak hanya kosong, hampa, dan tanpa inti. Sebab apakah inti yang dapat ada dalam sebuah ilusi?
BAGIAN 6
sn22.95:6.2 Demikian pula, para bhikkhu, kesadaran apa pun yang ada—masa lalu, masa depan, atau masa sekarang; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau tinggi; jauh atau dekat—seorang bhikkhu melihatnya, merenungkannya, dan memeriksanya secara bijaksana. Ketika ia melihat, merenungkan, dan memeriksanya secara bijaksana, kesadaran itu tampak baginya hanya kosong, hampa, dan tanpa inti. Sebab apakah inti yang dapat ada dalam kesadaran?