sn22.90:9.1 “Sahabat Channa, ini telah kudengar langsung dari Bhagavā, telah kuterima langsung dari Beliau ketika menasihati bhikkhu Kaccānagotta:
sn22.90:9.2 ‘Kaccāna, dunia ini pada umumnya bersandar pada dualitas, yaitu pada “ada” dan “tidak ada”.
sn22.90:9.3 Tetapi, Kaccāna, bagi seseorang yang melihat asal mula dunia sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, maka konsep “tidak ada” sehubungan dengan dunia tidak muncul.
sn22.90:9.4 Dan bagi seseorang yang melihat lenyapnya dunia sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, maka konsep “ada” sehubungan dengan dunia tidak muncul.
sn22.90:9.5 Dunia ini, Kaccāna, pada umumnya terbelenggu oleh keterikatan, kemelekatan, dan kecenderungan memaksakan pendapat.
sn22.90:9.6 Tetapi bagi seseorang yang tidak terpikat, tidak melekat, dan tidak memaksakan pendapat pada keterikatan, kemelekatan, penetapan batin, kecenderungan memaksakan pendapat, dan kecenderungan terpendam itu—dengan pemikiran ‘diriku’—
sn22.90:9.7 maka ketika penderitaan muncul, yang muncul hanyalah penderitaan; ketika penderitaan lenyap, yang lenyap hanyalah penderitaan. Ia tidak ragu, tidak bimbang.
sn22.90:9.8 Pengetahuan tentang hal ini muncul dalam dirinya tanpa bergantung pada orang lain.
sn22.90:9.9 Sejauh inilah, Kaccāna, pandangan benar didefinisikan.
sn22.90:9.10 ‘Segala sesuatu ada’—ini, Kaccāna, adalah satu ekstrem.
sn22.90:9.11 ‘Segala sesuatu tidak ada’—ini adalah ekstrem kedua.
sn22.90:9.12 Tanpa mendekati kedua ekstrem ini, Kaccāna, Tathāgata mengajarkan Dhamma melalui jalan tengah:
sn22.90:9.13 Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, muncullah bentukan-bentukan kehendak;
sn22.90:9.14 dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, muncullah kesadaran …
sn22.90:9.15 demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.
sn22.90:9.16 Tetapi dengan peluruhan dan lenyapnya ketidaktahuan tanpa sisa, lenyaplah bentukan-bentukan kehendak …
sn22.90:9.17 demikianlah lenyapnya seluruh kumpulan penderitaan ini.’”